Pembeli Mitsubishi Xpander Mayoritas Usia 30-45 Tahun

0
Mitsubishi Xpander penyumbang penjualan terbanyak Mitsubishi Indonesia di gelaran IIMS 2018 - dok.Tetitah

Jakarta – Sejak diluncurkan 10 Agustus 2017 hingga akhir April 2018, low MPV Mtsubishi, Xpander telah terjual 60.000 unit lebih. Mobil keluarga serbaguna ini ternyata banyak diminati kelompok kelas menengah Indonesia usia 30-45 tahun.

“Kalau melihat data, rata-rata, usia pembeli Xpander berusia 30-45 tahun. Hampir 90% sudah menikah,” tutur Department Head Sales & Marketing Division, PTMitsubishi Motors Krama Yudha Tiga Sales Indonesia (MMKSI), Budi Dermawan Daulay, saat dihubungi, di Jakarta, Sabtu (5/5/2018).

Kelompok masyarakat dengan rentang usia seperti itu merupakan mayoritas dalam struktur usia penduduk Indonesia. Prosentasenya hampir 47% . Mereka memiliki latar belakang pendidikan menengah ke atas dengan penghasilan rata-rata per bulan Rp 12 – 50 juta per bulan.

Pada awal-awal setelah mobil ini diluncurkan pada 10 Agustus 2017, hampir 70% pembeli menggunakan cara kredit. Barangkali, kelompok masyarakat yang membeli saat itu adalah bagian dari kelompok kelas menengah namun yang masih mula.

Tetapi setelahnya, kompsisi antara yang menggunakan skema kredit dengan cara tunai seimbang yakni 50%:50%.

“Pembelian ini mengalami perubahan, jika sebelumnya yang kredit 70%, di waktu-waktu terakhir menjadi 50%. Artinya seimbang antara yang tunia dengan yang kredit,” kata Kordinator Area Wilayah Jabodetabek MMKSI, Ade Rolas, ahir April lalu.

Para pemesan terbanyak berada di area Jabodetabek, yaitu 45%. Terbanyak kedua berada di Sumatera dengan prosentase 19%, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta masing-masing 9%.

Setelah itu Jawa Timur, Bali dengan prosentase asing-masing 14%. Kemudian Kalimantan 4% serta Indonesia Timur 3%.

Sementara, soal isu Xpander mau dijadikan armada taksi, Budi Daulay membantahnya. Dia mengaku hingga kini tak mendengar kabar soal itu.

“Selain itu tidak ada Xpander dengan spesfikasi untuk taksi. Dalam sejarah Mitsubishi juga tidak pernah bekerjasama dengan perusahaan taksi komersial,” ungkapnya. (Ran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here