Indonesia Diprediksi Kekurangan 18 Juta Tenaga Ahli di 2030

0
Ilustrasi perekrutan tenaga ahli - dok.The Independent

Jakarta – Sebuah penelitian yang dilakukan Korn Ferry tentang Global Talent Crunch menunjukkan Indonesia akan mengalami perlambatan pertumbuhan karena kekurangan tenaga kerja ahli pada tahun 2030.Disebutkan Indonesia akan kekuarangan 18 juta tenaga ahli di tahun itu.

Menurut Managing Director Korn Ferry Hay Group Indonesia, Sylvano Damanik, sektor manufaktur merupakan sektor yang mengalami dampak besar saat kekuarangan tenaga ahli itu terjadi.

“Kekurangan tenaga kerja Level A (highly skilled) akan segera terjadi. Sedangkan kekurangan tenaga kerja Level B (mid skilled) dan Level C (low skilled) akan terjadi pada tahun 2025,” tuturnya dalam siaran pers, Sabtu (5/5/2018).

Akibat kekurangan tenaga ahli itu, mengakinatkan lepasnya potensi pendapatan di bidang layanan finansial dan bisnis sebesar US$ 9,1 miliar. Sektor teknologi informasi dan media US$ 21,8 miliar, dan sektor manufaktur US$ 43 miliar.

Kekurangan tenaga kerja ahli dalam besar, akan menjadi masalah perusahaan dan negara di seluruh dunia. Pada tahun 2030, permintaan terhadap tenaga kerja ahli akan melebihi persediaan yang ada, alhasil terjadi krisis tenaga kerja ahli sebanyak lebih dari 85,2 juta orang.

Jika masalah itu tak segera diantisipasi, maka akan memunculkan dampak yang sangat besar bagi negara-negara di kawasan Asia Pasifik pada tahun 2030.

Menurut President Korn Ferry Asia Pacific Michael Distefano perusahaan harus melakukan mitigasi potensi krisis tenaga kerja ahli mulai dari sekarang. Hal itu demi melindungi masa depan perusahaan sendiri.

“Jika tidak maka akan terjadi kekurangan tenaga kerja sebanyak lebih dari 12,3 juta orang pada tahun 2020. Kemudian meningkat menjadi 47 juta orang. Ujung-ujungnya, akan menibulkan pendapatan yang tak terealisasi senilai US$ 4,238 triliun di kawasan Asia Pasifik pada tahun 2030,” paparnya. (Dte)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here