DPR Desak UU Peredaran Miras Segera Dirampungkan

0
Ilustrasi toko minuman beralkohol - dok.Clevelandland

Jakarta – Maraknya minuman beralkohol oplosan yang membawa akibat peminumannya dijemput maut membuat kalangan Komisi VIII DPR mendesak agar pembahasan rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Minuman Beralkohol dikebut.

Aturan ini diyakini bakal mampu mengontrol peredaran dan konsumsi minuman beralkohol di masyarakat.

“Selama ini belum ada payung hukum yang mengatur minuman beralkohol. Nah sekarang konten RUU minuman beralkohol dperluas sampai minuman keras oplosan,” anggota Komisi VIII DPR RI Achmad Mustaqim,seperti dikutip laman dpr.go.id, Senin (30/4/2018).

Menurut Achmad, selain minuman alkohol kategori A, B dan C di rancangan beleid itu juga diatur tentang minuman tadisional yang dibagi menjadi dua, Keduanya adalah minuman alamiah dan oplosan atau campuran.

“RUU ini sangat dibutuhkan. Apalagi seringnya kejadian di masyarakat yang tidak terkontrol khususnya miras oplosan. Mudah-mudahan dalam masa sidang mendatang, pemerintah mempunyai formula yang bisa dikompromikan untuk mencari titik temu,” paparnya.

Achmad juga menyesalkan belum kelarnya pembahasan RUU ini. Sebab aturan itu sangat ditunggu masyarakat. Pekan lalu, Rapat Paripurna DPR sepakat memperpanjang pembahasan 12 RUU, termasuk RUU Minuman Beralkohol.

“Bagaimanapun harus ada kata akhir dari kesepakatan DPR dengan Pemerintah,” imbuhnya. (Mel)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here