Waduh, 200 Ribu Hektare Sawah Tiap Tahun Berubah Jadi Properti dan Pabrik

0
Ilustrasi sawah - dok.pixabay.com

Jakarta – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil mengatakan sedikitnya 150.000 hingga 200.000 hektare lahan sawah beralih fungsi menjadi kawasan industri dan properti saban tahunnya.

Karena kondisi ini sudah mengkhawatirkan, pemerintah akan menertibkannya melalui Peraturan Presiden.

“Lahan sawah di Indonesia saat ini semakin berkurang karena alih fungsi seperti itu. Dan ini akan mengancam ketahanan pangan kita. Karena itu sekarang kita kaji dan sedag disiapkan Perpres. Tapi ini masih perlu tim teknis,” tuturnya di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Selasa (3/4).

Menurutnya, lahan sawah yang telah beralih fungsi dan terancam beralih fungsi itu sebagian besar berada di Pulau Jawa. Kini, bersama dengan pemerintah daerah dan instansi terkiat Kemnterian ATR/BPN tengah melakukan pendataan.

Sofyan mengatakan, penguatan ketahanan pangan nasional menjadi sangat penting untuk dilakukan. Terlebih jika melihat kondisi perekonomian global yang kerap mengalami ketidakpastian dan berdampak kepada suplai bahan pangan.

“Oleh karena itu, kita harus menyelamatkan sawah. Terutama di Pulau Jawa yang suah terbukti sebagai daerah produksi sawah. Ini harus diselamatkan, karena itu kita butuhkan Perpres sebagai bagian implementasi lahan pangan berkelanjutan,” ungkapnya. (Abs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here