Rendang, Sate, hingga Gado-gado Ditetapkan sebagai Kuliner Khas Nasional

0
Rendang - dok.Ibudan Mama.com

Jakarta – Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Kuliner dan Belanja (TP3KB) Kementerian Pariwisata (Kempar) akan menetapkan tiga destinasi pariwisata yaitu Bali, Bandung dan Yogyakarta –Solo-Semarang sebagai destinasi wisata kuliner andalan, sekaligus jenis makanannnya.

Tim akan menetapkan rendang, soto, nasi goreng, sate dan gado-gado sebagai kuliner khas nasional.

“Untuk itu, kami memperkuat kemitraan dengan pelaku usaha kuliner untuk c-branding kuliner khas Indonesia. Dan makanan yang dipilih sebagai representasi kuliner nasional telah melalui proses kurasi tersendiri,” tutur Ketua TP3KB, Vita Datau Messak, dalam keterangan tertulis, Selasa (10/4).

Tim, kata Vita, juga melakukan sertifikasi destinasi kuliner dan co-branding Wonderful Indonesia dengan restoran di luar negeri untuk memperkuat penetapan dua destinasi wisata dan kuliner khas nasional tersebut.

Tak kurang dari 100 restoran di luar negeri bakal disasar. Pemilihan restoran tersebut didasarkan pada target pasar yang potensial mendatangkan wisatawan ke Indonesia, seperti Amerika Seriakt, Eropa, hingga Asia.

Sampai saat ini sudah ada 10 restoran yang ada di Australia, Singapura, Malaysia, Belanda, Perancis dan Ameriak Serikat yang telah menjalin kerjasama dengan tim. “Dan kami akan melanjutkannya bekerjasama dengan restoran yang ada di Jepang, Hongkong dan China, Inggris, Korea, Thailand, dan Spanyol,” ujarnya.

Menurut Vita strategi co-branding dengan restoran lebih efektif ketimbang pemerintah menjalankan sendiri restoran cita rasa Indonesia di luar negeri. Pasalnya, dia mengatakan restoran tersebut telah memiliki keahlian dan pelanggannya masing-masing.

Selain itu Kempar juga menjalin kerjasama dengan PT Unilever Indonesia melalui kerja sama co-branding dalam penyelenggaraan event Festiva| Jajanan Bango (FJB) 2018. Hajatan itu digelar di Jakarta pada 14-15 April 2018 dan Makassar pada 5-6 Mei 2018.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebut Indonesia memiliki potensi besar menjadi destinasi wisata kuliner yang unggul di tingkat global. Menurutnya, sepanjang tahun lalu, kontribusi ekonomi kreatif terhadap Produk Domestik Bruto mencapai 43% atau sebesar Rp922 triliun disumbang oleh sub-sektor kuliner.

”Kuliner tradisional masuk dalam kelompok besar wisata budaya dengan porsi 60% karena daya tariknya sangat tinggi,” imbuhnya. (Dte)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here