Penjualan Tata Motors Indonesia Naik 22%, Ini Pemicunya

0
Logo Tata Motors - dok.Istimewa

Jakarta – PT Tata Motors Distribusi Indonesia (TMDI) sepanjang tahun fiskal 2017/2018 yang berakhir Maret lalu membukukan kenaikan penjualan hingga 22%.

Lembaga pemerintah dan perusahaan swasta mulai melirik produk asal India ini karena proses pengiriman yang cepat, kualitas produk yang andal, serta layanan purna jual mulai berkembang.

“Saat ini banyak lembaga pemerintahan maupun perusahaan swasta yang memesan kendaraan komersial kami karena tingkat kepercayaan lembaga-lembaga tersebut terhadap produk Tata Motors semakin meningkat. Pengrimannya cepat, kualitas oke, dan layanan purna jual mudah,” ungkap Public Relation Manager PT Tata Motors Distribusi Indonesia, Kiki Fajar Harianto saat ditemui, Jumat (13/4).

Menurutnya, sepanjang tahun lalu belanja pemerintah mulai banyak yang direalisasikan seiring dengan kebutuhan lembaga-lembaga di lingkup tugasnya. Begitu pun dengan belanja modal perusahaan swasta.

“Harga komoditas batubara dan kelapa sawityang membaik memicu perusahaan untuk memperluas produksi mereka. Sehingga keperluan barang modal seperti truk dan pikap juga direalisasikan,” ujarnya.

Sementara, kualitas produk dengan keunggulan kuat, tahan lama, dan irit menjadi pertimbangan tersendiri oleh calon konsumen. Begitu pun dengan perkembangan jaringan layanan penjualan dan purna jual.

Saat ini, TMDI telah memiliki 300 lebih touch points yakni jaringan layanan purna jual. Jaringan ini terdiri dari 28 unit layanan 3S (sales, service, dan sparepart), 6 titik 1S (sales) outlet, 77 titik Tata Certified Workshop (TCW) dan 200 lebih toko suku cadang.

Langkah lain yang ditempuh TMDI adalah memberikan kesempatan kepada konsumen korporat untuk enjajal keandalan produk baik truk maupun pikap sebelum memereka memutuskan untuk membelinya.

Cara itu terbukti cespleng karena perusahaan yang dipinjami tersebut merasakan bukti keandalan kendaraan Tata Motors.

Melihat fakta perolehan penjualan tahun fiskal tersebut, pada tahun ini dan tahun mendatang, TMDI tetap optimis penjualan bakal meningkat.

Terlebih proyek pembangunan infrastruktur, dan aktifitas perusahaan penghasil komoditas baik tambang dan perkebunan, properti, maupun logistik terus menggeliat. (Ran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here