Pemerintah akan Tutup Facebook Jika Tragedi Rohingya Terjadi di Indonesia

0
Ilustrasi Facebook - dok.Heavy.com

Manado – Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mewanti-wanti Facebook di Indonesia untuk terus melakukan evaluasi diri agar kejadian buruk akibat jejaring sosial itu terjadi di Tanah.

Jika media sosial itu menjadi wahana menghasut untuk permusuhan seperti di Myanmar, maka pemerintah tak ragu untuk menutupnya.

“Kalau kasus penghasutan yang memunculkan perpecahan dan perpecahan masyarkat seperti yang menimpa masyarakat Rohingya di Myanmar terjadi di sini, maka I have no hesitation to shut them down from Indonesia,” paparnya di Universitas Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara, belum lama ini.

Terlebih, lanjut Rudi, tingkat literasi masyarakat Indonesia masih relatif rendah dibanding negara-negara di Amerika dan Eropa. Alhasil, mereka mudah sekali terhasut oleh berita-berita atau tulisan yang diunggah di media sosial.

“Sehingga fakta yang sebenarnya, bersaing keras bersaing dengan hoax untuk dipercaya masyarakat,” ucapnya.

Selain peringatan tersebut, Kemenkominfo juga memberikan dua surat peringatan kepada Facebook terkait bbocornya 1,1 juta data pribadi Facebook di Indonesia terkait kasus Cambridge Analityca. Dan perusahaan asal California, Amerika Serikat, itu mengaku telah melakukan shutdown Cambridge Analityca.

Namun tak hanya kebocoran itu saja yang diminta pemerintah untuk di-shutdown, tetapi juga kuis-kuis yang ada di media sosial tersebut. Hanya, sampai saat ini hasil adit tentang kuis ini belum diberikan oleh Facebook. (Kur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here