Jakarta Masih Sangat Membutuhkan Pasokan Unit Apartemen Baru, Ini Alasannya

0
Ilustrasi, apartemen Woodland Park Residence, Kalibata, Jakarta Selatan - dok.Istimewa

Jakarta – Seiring dengan perkembangan ekonomi dan demografi atau kepndudukan, Jakarta dinilai masih membutuhkan banyak unit apartemen. Bahkan, dalam jumlah unit ini, Jakarta masih tertinggal dengan kota Bangkok, Thailand, yang jumlah penduduknya jauh sedikit dibanding Jakarta.

“Kalau kita lihat, Bangkok itu penduduknya 8 juta jiwa, tetapi jumlah unit apartemennya 350.000 unit. Sedangkan Jakarta, jumlah penduduknya 11 juta jiwa dan unt apartemen existing saat ini hanya 141.000 unit,” tutur Head of Research Savills Indonesia, Anton Sitorus, belum lama ini.

Menurutnya, sebagai pusat perekonomian dan administrasi pemerintahan Jakarta bakal didatangi orang, baik warga lokal maupun warga asing untuk beraktivitas. Khususnya yang berkaitan dengan kegiatan ekonomi.

Pertambahan jumlah penduduk tersebut sejatinya tidak bisa dibendung. Dan konsekwensinya adalah penyediaan hunian juga harus terus dilakukan.

“Tetapi persoalannya kan lahan. Yakni, lahan di Jakarta semakin sulit didapatkan untuk membangun apartemen. Kalau pun ada harganya sudah sangat tinggi,” ujar Anton.

Walhasil, lanjut dia,pasokan unit apartemen di wiayah DKI Jakarta khususnya menengah ke atas juga semakin seret. Dia menyodorkan data hasil riset perusahaannya yang menunjukan, pada tahun 2018 – 2021 pasokan unit apartemen baru hanya berkisar 67.000 unit.

Artinya, Jakarta masih sangat membutuhkan pasokan apartemen. Bahkan jika dilihat dari kebutuhan unit apartemen di area megapolitan Jakarta Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, pasokan apartemen juga masih jauh dibanding julah penduduk.

Di area Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi saja, jumlah pasokan unit apartemen yang telah ada baru mencapai 100.000 unit. Padahal, jumlah pendidik di area tersebut mencapai 20 juta jiwa. (Kur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here