Menteri Luhut: Moratorium Pengemudi Taksi Online Juga untuk Cegah Kredit Macet

0
Ilustrasi taksi berbasis aplikasi - dok.Bdnews24

Jakarta – Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menegaskan kebijakan penghentian sementara atau moratorium rekrutmen pengemudi taksi berbasis aplikasi atau taksi online salah satunya didasari pertimbangan mengamankan kredit perbankan.

Sebab, jumlah pengemudi dengan mobil kreditan yang tak proporsional lagi dengan permintaan jasa akan memicu kredit macet.

“Jangan emosional dulu nanggepi ini (moratorium). Kita melihat memang sudah berlebihan dari kuotanya. Karena itu, analisa supply dan demand harus dibuat agar bisa saling mengisi. Kalau nanti jumlahnya sudah berlebihan, tentu tidak ketemu ekuilibirium (keseimbangan). &05 kredit nanti macet,” paparnya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (13/3).

Mantan Menko Polhukam itu menyebut, kebijakan yang ditetapkan dalam rapat koordinasi di kantornya, Senin (12/3) kemarin itu memang menggunakan masukan dari berbagai aspek, salah satunya perbankan.

Sebab jika kredit perbankan mengalami gangguan gara-gara pengembaliannya macet sebab setoran kredit untuk taksi online juga macet, imbasnya akan kemana-mana. Pemerintah pun akan dibuat repot.

“Karenanya, kita minta uga kepada para aplikator (Uber, Grab, dan Gojek atau Go-car) untuk menghentikan sementara pendaftaran driver taksi online,” tandasnya.

Sebelumnya, usia rakor di kemeno Kemaritiman, Senin (12/3) kemarin, Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi menyatakan saat ini pertambahan jumlah supir taksi online baru sudah tak sehat.

Menurutnya, dalam tiga pekan lalu di setiap aplikator yakni Uber, Grab, dan Gojek telah terjadi pertambahan 166.000 pengemudi.

Bahkan para aplikator sendiri mengaku jumlahnya telah naik sampai 175.000 pengemudi di setiap aplikator. (Psy/Kontributor)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here