Mayoritas Masyarakat Beli Rumah untuk Ditinggali, Bukan untuk Investasi

0
Ilustrasi beli rumah untuk ditinggali - dok.Istimewa

Jakarta – Sebagian besar pembeli properti khususnya rumah adalah untuk dihuni atau ditinggali sendiri, dan bukan untuk investasi. Sedangkan, sebagian kecil yang menggunakan rumah untuk investasi umumnya mereka yang telah berumur.

Hasil survei situs properti Rumah.com tentang ‘Property Affordability Sentiment Index’ yang digelar bersama Intuit Singapura hingga akhir tahun 2017 lalu menunjukan 62% responden merupakan orang yang baru pertama kali membeli rumah.

Sebagian dari mereka juga tercatat sebagai orang yang baru pindah ke rumah dengan kualitas yang lebih baik dari segi ukuran maupun lokasi.

“Sementara, hanya 17% yang merupakan investor . dan 1% sisanya, mencari properti untuk tempat usaha,” tutur Head of Marketing Rumah.com, Ike Hamdan, dalam siaran pers, Jumat (30/3).

Menurutnya, biaya yang dibutuhkan untuk masuk ke pasar properti yang terbilang besar merupakan alasan utama dari masyarakat untuk membeli rumah sebagai tempat tinggal. Pemikiran seperti itu umumnya ada di dalam responden usia muda.

Mereka, lanjut Ike, rata-rata orang yang masih menata keuangannya. Sementara, jika kondisi keuangan mereka sudah lebih baik, resonden mulai berpikir untuk berinvestasi

“Sentiment Index ini menunjukkan bahwa konsumen properti cukup positif melihat properti. Sehingga meskipun Sentiment Index menunjukkan ketertarikan terhadap investasi tidak tinggi, perilaku pasar terhadap properti masih normal,” terang Ike.

Menariknya, hasil survei itu menunjukan 69% generasi milenial muda yakni yang berusia 20-29 tahun berniat membeli rumah untuk ditinggali. Sedangkan yang berniat untuk berinvestasi 12%.

Sedangkan kelompok milenial tua yakni usia 30-39 yang ingin membeli rumah pertama untuk itinggali jumlahnya 48% dan yang berniat investasi 21%.

“Investor properti paling banyak berasal dari golongan usia di atas 49 tahun, yakni sebesar 33%. Hanya 16% yang masih akan membeli rumah pertamanya,” terang Ike.

Sementara jika dilihat dari penghasilannya, 59% responden berpenghasilan di bawah Rp7 juta, berniat membeli rumah untuk ditinggali dan 12% berniat investasi. Sementara yang berpenghasilan menengah yakni Rp7 juta-Rp15 juta, sebanyak 47% masih mencari rumah pertama dan 23% sudah berani untuk berinvestasi.

Adapun yang berpenghasilan tinggi yakni di atas Rp15 juta, sebesar 47% yang berniat investasi di bidang properti. (Sta)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here