Lahan di Jakarta Makin Sulit, Pengembang Apartemen Serbu Bodetabek

0
Ilustrasi bangunan apartemen - Discover Queensland

Jakarta – Hasil riset kobsultan properti Savills Indonesia belum lama ini menunjukan dalam sepanjang kuartal pertama 2018 ini atau Januari – Maret penjualan unit apartemen di Jakarta hanya480 unit atau melorot tajam dibanding kuartal pertama tahun lalu yang sebanyak 3.000 unit.

Kondisi seperti ini diperkirakan bakal terus terjadi seiring makin langkanya lahan di Jakarta.

“Semakin sulitnya untuk mendapatkan ahan baru, menjadikan suplai unit baru di Jakarta juga semakin menurun. Oleh karena itu pembangunan apartemen baru banyak terjadi di pinggiran Jakarta, di wilayah Bodetabek (Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi),” tutur Head of Research Savills Indonesia, di Jakarta, belum lama ini.

Bahkan, menurut Anton, penurunan suplai sudah terjadi tahun lalu. Penjualan unit apartemen dari proyek yang sudah dipasarkan sepanjang tahun 2017 lalu tercatat sebanyak 7.000 unit. Padahal, tahun sebelumnya penjualan mencapai 11.000 unit.

Para pengembang sendiri sejatinya bergairah mengembangkan apartemen. Hal ini dipicu oleh berbagai faktor makro ekonomi yang cukup stabil.

Pertumbuhan ekonomi di tahun 2017 yang sebesar 5,07% dengan inflasi 3,18% serta membaiknya harga komoditas diyakini bakal berlanjut tahun ini dan tahun-tahun mendatang.

Tahun ini, pemerintah mematok target pertumbuhan 5,4% dan inflasi 3,5% plus minus 1% mebuat kalangan pengembang percaya diri mengembangkan apartemen. Terlebih, banyak kalangan pekerja di Jakarta yang lebih memilih tinggal di kawasan Bodetabek.

Dari jajak pendapat yang dilakukan oleh lembaga survei beberapa waktu lalu menunjukan, banyak kalangan muda pekerja di Jakarta mengaku yakin dibangunnya infrastruktur jalan tol dan transportasi massal bakal memudahkan mereka sebagai komuter. (Kur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here