KPK Kembali Cokok Aparat Pengadilan, KY: Pukulan Telak untuk Kesekian Kalinya

0
Ilustrasi hakim membuat keputusan - dok.istimewa

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap aparat pengadilan, kali ini di Pengadilan Negeri Tangerang Senin (12/3) sore.

Melihat hal ini, Komisi Yudisial (KY) menyebut peristiwa itu merupakan pukulan telak yang kesekian kalinya bagi lembaga peradilan.

“Kita bisa menyebutnya oknum pada saat terjadi hanya sekali pada kurun waktu tertentu, namun apa namanya jika terjadi fenomena penangkapan aparat pengadilan oleh KPK dalam kurun waktu dua ahun berturut-turut,” tutur Juru Bicara Komisi Yudisial (KY) Farid Wajdi, Selasa (13/3).

Menurutnya, sejak awal KYU telah mengingatkan Mahkamah Agung melalui rekomendasi untuk pengawasan para hakim. Namun, sebagian besar rekomendasi tersebut tak dijalankan.

Selama lembaga peradilan tidak benar-benar mau berubah, kata dia, maka peristiwa penangkapan-penangkapan hakim akan terus terjadi.

Selama ini, lanjutnya, memang banyak langkah pembinaan yang dilakukan MA agar para hakim senantiasa terjaga integritasnya.

“Namun, KY sebagai pengawas eksternal berharap langkah pembersihan itu dilakukan pula dengan menindaklanjuti rekomendasi sanksi yang diberikan KY,” lanjutnya.

Farid menyebut, sepanjang 2017, KY merekomendasikan penjatuhan sanksi kepada 58 orang hakim yang dinyatakan terbukti melanggar Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH).Tapi ternyata, tidak semua rekomendasi sanksi ini langsung ditindaklanjuti dengan berbagai alasan.

Kasus suap dan gratifikasi cukup mendominasi dalam sidang yang digelar Majelis Kehormatan Hakim sejak tahun 2009 hingga sekarang. Isu suap dan jual beli perkara kerap mencuat di lembaga peradilan. (Mel)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here