Festival Komodo 2018: Sumba Negeri Mimpi Penuh Keindahan

0

Sumba – Festival Komodo 2018 digelar mulai tanggal 5 sampai 10 Maret 2018 dengun tujuan mendongkrak pariwisata daerah. Wisatawan mancanegara bisa menikmati pemandangan alam di Pulau Komodo, Labuan Bajo. Tak hanya Pulau Komodo, wisatawan mancanegara bisa menikmati wisata lainnya seperti Pink Beach. Bukan airnya yang berwarna pink, tetapi warna pasirnya yang berubahdan memkiat hati para wisatawan. Pink Beach pun menjadi salah satu tempat favorit untuk pengambilan gambar mulai dari fotografer hingga produser film.

Kawasan laut Pink Beach menjadi salah satu spot diving yang dilakukan oleh dive mastermaupun wisatawan khusus untuk menyelam. Maka segeralah rencanakan liburan ke Labuan Bajo. Selain disuguhi pemandangan alam, ada pula adat dan budaya Manggarai Barat yang patut dipelajari.

Pantai Mawana, Sumba. Dok.Instagram alam_indonesia

Kawasan sumba juga tidak luput dari perhatian wisatawan. Bahkan Majalah Focus dari Jerman memasukan Sumba sebagai satu dari 33 pulau terindah di dunia 2018. Pujian Focus buat Sumba diberikan di halaman 116 dalam edisi Sabtu (17/2/2018).

Dalam sebuah artikel, Focus memberikan judul ‘Sumba Kein Tanz, aber ein Traum’. Kalau diterjemahkan ke Bahasa Indonesia menjadi ‘Sumba, Bukan Nama Sebuah Tarian, tapi Sebuah Mimpi’. Focus mengibaratkan Sumba sebagai mimpi yang harus diwujudkan. Atau sebuah destinasi yang harus dikunjungi.

Bukit Mauliru, Sumba Timur. Dok. Instagram alam_indonesia

Focus merupakan majalah terbesar ketiga Jerman. Rekomendasi media Eropa bukan tanpa alasan. Pulau seluas 10.710 kilometer persegi punya kekayaan budaya dan alam yang memukau. Sumba memiliki Danau Weekuri di wilayah Sumba Barat Daya.

Danau itu menjadi satu-satunya yang berair asin di Indonesia. Rasa asin dipercaya keluar dari sela-sela karang yang berbatasan dengan laut.

Sumba juga punya Pasola. Atraksi budaya ini begitu populer. Pasola merupakan runner up kategori Atraksi Budaya Terpopuler 2016. Penghargaan itu diberikan Majalah Wisata Travel + Leisure. Pasola ini merupakan atraksi melempar lembing dari punggung kuda. Kemudian manmade Sumba juga seksi. Yaitu kain tenun. Motif tenun, proses pengerjaan hingga pewarnaannya terbilang unik.

Kepala Dinas Pariwisata NTT Ardu Marius Jelamu mengatakan, apresiasi Majalah Focus semakin menaikan psikologis Pulau Sumba. “Sumba masuk pulau terindah di dunia versi Majalah Focus. Itu artinya, Sumba jadi jaminan berlibur. Di level dunia, Sumba sangat indah. Dengan empat kabupaten, Sumba juga terkenal dengan parade ribuan kuda sandelwood. Parade ini dipadukan dengan festival tenun ikat,” kata Marius.

Selain alam dan budaya, Sumba juga memiliki kekayaan lain. Sumba merupakan endemik bagi sepuluh jenis burung dan bisa dinikmati dengan birding. Lembaga international bird life juga menetapkan Taman nasional (TN) matalawa sebagai important bird area.

Pada 18-22 Agustus 2017, Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti mengadakan kompetisi birding dan fotografi. “Majalah Focus membantu branding Sumba. Berdasarkan riset, Sumba menjadi pilihan wisata bersama Taman Nasional Komodo. Saat ini banyak wisatawan yang mengalihkan pilihan menuju Sumba. Kami yakin, kini banyak wisatawan yang terus mencari informasi Pulau Sumba,” kata Marius menambahkan. (Kvn)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here