Kembangkan Kawasan Kota Lama, Semarang Gandeng Kota Jungu Korea

0
Salah satu bangunan ikonik di kawasan Kota Lama Semarang - dok.jatengpemprov.go.id

Semarang – Pemerintah Kota Semarang ingin mengembangkan kawasan Kota Lama sebagai cagar budaya yang bernilai ekonomis karena didatangi wisatawan namun tidak menghilangkan nilai sejarahnya.

Salah satu cara yang ditempuh adalah dengan bekerjasama dengan kota Jungu, Korea Selatan, dengan konsep sister city.

“Kami ingin mengetahui kunci rahasia pengembangan kota Jungu. Karena kota ini menjadi destinasi wisata yang ramai di Korea Selatan. Keunikan kota ini adalah menjadi pusat mdernitas tetapi tetap mampu mempertahankan cagar budaya yang ada. Sehingga menjadi daya tarik tersendiri. Itulah yang ingin kami gali,” tutur Wali Kota Semarang, Hendar Prihadi, di sela mendampingi Wakil Walikota Jungu, Kim Hwa-Jin, di Semarang, kemarin seperti dilaporkan kontributor Budi Agung Dermawan.

BACA: Program Wisata “Jateng Wow” tawarkan Kemudahan ke Wisatawan

Kepada tamunya, Hendar menunjukan kawasan Kota Lama atau yang biasa disebut awasan Little Netherland itu. Dia juga menunjukan gedung Oudetrap merupakan bangunan milik Pemkot Semarang dan baru dibeli dari pihak swasta Rp 8 miliar pada tahun lalu.

Sebelumnya, pada pekan awal Januari kemarin, saat groungbreaking revitalisasi kawasan ini, Hendar mengatakan pihaknya telah mencanangkan proyek revitalisasi kawasan Kota Lama Semarang dengan anggaran Rp 156 miliar. Dan itu berasal dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

BACA JUGA: Provinsi Jabar Temukan 147 Pantai Baru: Potensi Obyek Wisata Alternatif

“Saat ini proyek itu sudah mulai digarap. Kami optimis karena potensi ekonomi sangat besar. Seperti atau bahkan tidak kalah dengan obyek wisata di wilayah lain di dalam atau bahkan di luar negeri yang memiliki kota lama,” ungkapnya.

Nantinya, kawasan ini dibuat steril dari kendaraan bermotor. Sehingga, para wisatawan akan dengan nyaman berlalu-lalang di kawasan itu menikmati pemandangan gedung-gedung peninggalan masa lalu yang penuh dengan nilai sejarah.

Selain itu mereka juga bisa menikmati berbagai atarksi kesenian dan budaya, atau bersiata kuliner. “Sebagai ganti transportasinya, nanti akan disediakan kendaraan ramah lingkungan,” ujarnya. (Bad)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here