Kecelakaan Tanjakan Emen, YLKI Minta Uji KIR Direformasi dan Semua Bus Diperiksa

0
bus pariwisata kecelakaan di tanjakan Emen Subang, Jawa Barat - dok.istimewa

Jakarta – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan reformasi total proses uji kelaikan kendaraan bermotor (KIR) serta memeriksa seluruh bus yang ada di Indonesia saat ini.

Hal ini menyusul kecelakaan busa pariwisata di Tanjakan Emen, Subang, Jawa Barat yang menewaskan 27 orang dan sejumlah orang lainnya terluka berat maupun ringan.

Terlebih, kata Ketua Pengurus YLKI Tulus Abadi, kasus-kasus serupa dengan dugaan penyebab yang sama seperti rem blong juga kerap terjadi. Menurutnya, langkah seperti itu perlu dilakukan agar kejadian di tanjakan Emen dan kasus serupa di tempat lain tak terulang lagi.

“Bagaimana pun, keselamatan dan kenyamanan penumpang selaku konsumen harus menjadi yang utama. Karena perusahaan otobus hadir awalnya kan ingin melayani konsumen,” paparnya saat dikonfirmasi, Senin (12/2) malam.

Menurutnya, serentetan kasus kecelakaan bus yang dikarenakan masalah teknis seperti rem blong, serta berbagai ketidaklaikan jalan bus menimbulkan tanda tanya terhdap proses uji KIR. Masyarakat mempertanyakan mengapa bus yang sudah uji KIR ternyata masih banyak yang mengalami rem blong dan masalah teknis lainnya.

“Jadi proses KIR-nya seperti apa? Apakah hanya formalitas belaka? Peralatan yang tidak akurat, petugas yang tidak memiliki kompetensi? Ini semua harus menjadi masukan bagi Kemenhub untuk melakukan evaluasi. Setelah dilakukan masalahnya, segera reformasi, agar korban-korban tak berdosa bertambah lagi,” ungkapnya.

Sebelumnya, bus pariwisata Premium Passion, Sabtu (10/2) sore pukul 17.00 WIB terguling di Tanjakan Emen, Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Bus yang melaju dari arah Tangkuban Perahu menuju Ciater, Subang, Jawa Barat itu meluncur kencang tak terkendali sehingga sempat menyeruduk sepeda motor sebelum menabrak tebing dan terguling.

Hasil analisa petugas kepolisian, dugaan sementara kecelakaan terjadi karena bus tak bisa dikendalikan lantaran rem bus yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya. (Kur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here