Ingat, Harta Warisan yang Belum Dibagi Juga Wajib Dilaporkan

0
Kantor Ditjen Pajak-dok.Istimewa

Jakarta – Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 19/PMK.03/2018 tentang perubahan kedua atas PMK Nomor 70/PMK.03/2017 dengan jelas memberikan petunjuk teknis akses informasi keuangan untuk kepentingan perpajakan.

Di beleid yang mulai diundangkan 19 Feruari itu juga mencantumkan kewajiban melaporkan harta dari warisan. Bahkan termasuk warisan milik pribadi wajib pajak yang belum dibagi setelah pemilik harta telah meninggal dunia.

“Seperti diatur dalam ketentuan Undang-Undang Pajak Penghasilan (PPh), warisan yang belum terbagi merupakan subyek pajak pribadi,” tutur Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat, Direktorat Jenderal Pajak, Hestu Yoga Saksama, saat dikonfirmasi, kemarin.

Menurutnya, di Undang-undang Nomor 9 Tahun 2017 ditegaskan bahwa lembaga keuangan juga wajib melaporkan aset keuangan antara lain saldo rekening di bank milik wajib pajak perorangan sebagai warisan yang belum terbagi, Selama ini, kata dia, warisan yang belum terbagi juga dikenai Pajak Penghasilan (PPh).

“Dalam praktik pelaksanaannya, salah seorang dari ahli waris yang bertindak mengurusi harta warisan itu untuk menjadi wajib pajaknya,” ujarnya.

Sebab, kewajiban pajak atas harta yang ditinggalkan seseorang karena meninggal tak berarti juga gugur kewajibannya atas pajak. Harta itu masih dikenai pajak.

Heru tak menampik bahwa pelaporan harta warisan tersebut juga daam rangka menggenjot penerimaan pajak. Meski dia mengaku belum bisa menyebut potensi penerimaan dari pemajakan terhadap harta warisan yang ada saat ini. (Ktn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here