Ngeri, 9 dari 10 Wanita di Brussels Alami Pelecehan Seks

0
Ilustrasi - dok.KPPC

Brussels – Hasil penelitian terbaru University of Ghent, Brussels, Belgia, yang dilansir Selasa (9/1) kemarin menyebut 9 dari 10 wanita berusia 15 tahun ke atas di Brussels mengalami pelecehan seksual.

Lantaran itulah, Kementeian Kesetaraan Hak-hak Warga, akan meluncurkan aplikasi terbaru sebagai tepat pelaporan tindakan yang tak pantas itu secara cepat dan akurat.

Seperti diaporkan Belgian Press dan laman Politico.eu, Rabu (10/1), Menteri Kesetaraan Hak-hak Warga, Bianca Debaets, menyebut pelecehan seksual kepada wanita di jalan merupakan kejahatan besar. “Ini menunjukan sedikitnya penghargaan kepada kaum wanita. Tindakan seperti ini tidak bisa dibiarkan,” paparnya.

Untuk mengatasi hal ini, kementerian akan meluncurkan aplikasi bernama ‘HandsAway Brussels’ pada Maret nanti. Melalui aplikasi ini para wanita yang menjadi korban pelecehan maupun saksi yang melihat bisa dengan cepat dan mudah melaporkan kejadian.

Dengan demikian aparat hukum akan bisa dengan cepat bertindak meringkus pelaku. “Mereka bisa melaporkan tempat kejadian, waktu, maupun ciri-ciri pelaku. Apllikasi seperti ini sudah digunakan di Prancis,” terangnya.

Debaets juga menyarankan untuk menjebak para penjahat seks di jalanan. Caranya, memberi umpan wanita yang berjalan-jalan di kota untuk memancing mereka dari sarang.

Setelah itu, aparat akan meringkus mereka. “Mengapa kita tidak menyebarkan umpan wanita untuk menangkap dan menghukum pelaku? Ini sudah terbukti efektif di Belanda, mengapa tidak juga di Brussels?,” ujarnya.

Sementara itu media berbahasa Belanda, De Tijd, melaporkan dari total responden yang diteliti, 88% diantaranya mengatakan mengalami pelecehan seksual di jalan Brussels. Mereka mendapatkan perlakuan yang berbeda-beda.

“Namun, setengah dari responden bahkan mengaku mendapatkan kekerasan fisik saat dilecehkan,” tulis De Tijd.

Mirisnya, pelecehan seksual terjadi di semua lapisan dan strata sosial masyarakat, baik di lingkungan profesional maupun tempat umum. Survei itu juga menunjukan 57% perempuan percaya pelecehan di angkutan umum adalah fenomena umum.(Ula)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here