Diduga Jual Barang Palsu, Unit Toko Online Alibaba Masuk ‘Black List’ Amerika

0
Alibaba Group Holding - dok.Fortune.com

Washington – Perwakilan Perdagangan Amerika Serikat (USTR) memasukkan kembali salah satu unit bisnis milik Alibaba, Taobao ke black list (daftar hitam) karena diduga menjual barang palsu. Namun Alibaba mengatakan meski telah dua kali dimasukan ke daftar hitam namun tak memproteksi alamat IP.

Seperti dilaporkan Reuters, USTR menyebut, Alibaba Group Holding Ltd adalah salah satu dari 25 market place dan 18 pasar riil yang masuk dalam daftar pelaku perdagangan curang karena menjual barang bajakan dan palsu.

Kendati tidak ada sanksi denda atau lainnya, namun masuk ke black list ini akan meruntuhkan citra.

”Produk ilegal dalam volume besar dilaporkan tetap dijual Taobao. Para pemangku kepentingan juga terus melaporkan hambatan terkait IP di kanal itu,” bunyi pernyataan USTR.

USTR meyakini Alibaba juga berupaya mencegah penjualan barang ilegal di toko online Taobao. Hanya saja, jumlah barang palsu yang dijual juga banyak, sehingga tantangan tersendiri.

Selain itu, data yang disodorkan Alibaba tidak menjelaskan lingkup dan status persoalan barang ilegal di Taobao. Alibaba, sebut USTR, hanya menyatakan kemajuan yang mereka lakukan dalam melawan produk ilegal.

Sementara itu, Alibaba menyatakan pihaknya telah membuat program perlindungan IP yang lebih mudah. Cara itu dimaksudkan untuk membantu meningkatkan registrasi mitra hingga 11% dan membantu mereka menyaring produk ilegal sebelum berhasil tampil di kanal.

”Tapi ini jelas, sebesar apapun usaha dan kemajuan yang kami buat, USTR tidak tertarik melihatnya,” ujar Presiden Alibaba Group Michael Evans.

Sebelumnya, USTR juga telah memasukan Taobao ke dalam daftar hitam perdagangan karena diduga menjual barang palsu pada tahun 2016. (Dte)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here