CIA Minta Donald Trump Tunda Buka Arsip Pembunuhan Kennedy

0
Foto detik-detik terakhir sebelum Presiden John F Kennedy ditembak Lee Harvey Oswald - dok.Inverse

Washington DC – Presiden Donald Trump berniat untuk membuka dokumen rahasia terkait pembunuhan presiden ke-35 Amerika Serikat, John F. Kennedy ke publik untuk transparansi pada 26 Oktober lusa. Namun, Direktur Central Intelligence Agency (CIA), Mike Pompeo dikabarkan minta pembuakaan dokumen tersebut ditunda hingga 25 tahun lagi.

Seperti dilaporkan Washington Post, Minggu (22/10) kemarin, konsultan politik Donald Trump, Roger Stone, menyebut permintaan itu mengherankan. “Apa sebenarnya yang disembunyikan pemerintah. Isunya sekarang adalah transparansi,” tuturnya.

Menurutnya, Pompeo meminta publikasi dokumen itu ditunda hingga 25 tahun lagi.Stone adalah konsultan politik Trump saat kampanye pemilihan Presiden AS pada 2016 lalu. Dia adalah penulis buku “The Man Who Killed Kennedy: The Case Against LBJ”.

Sebelumnya, seorang pejabat Dewan Keamanan Nasional (NSC) Amerika Serikat yang tak bersedia disebut jatidirinya, kepada Washingto Post mengatakan sejumlah lembaga federal minta Trump tak gegabah mempublikasikan kumpulan terakhir dokumen rahasia terkait pembunuhan Kennedy.

Dokumen rahasia itu hingga kini tersimpan rapi di lembaga National Archives and Records Administration.“Akan ada permintaan kepada Presiden untuk menahan publikasi dokumen-dokumen itu. Itu sudah pasti,” ucapnya.

Sementara, seperti ditetapkan dalam Kennedy Records Collection Act, yang diterbitkan pada 1992 lalu disebutkan, pemerintah wajib mempublikasikan jutaan lembar dokumen terkait penembakan yang dilakukan Lee Harvey Oswald terhadap Kennedy. Pembukaan dokumen itu wajib dilakukan setelh 26 tahun atau tepatnya 26 Oktober lusa.

Seperti dilaporkan The Guardian, pada Sabtu (21/10) lalu waktu setempat, di akun twitter-nya, Donald Trump menyebut dirinya akan mengizinkan Badan Arsip Nasional AMerika untuk membuka 3.000 berkas rahasia terkiat pembunuhan Kennedy.

“Sesuai dengan diterimanya informasi lebih lanjut, saya akan mengizinkan sebagai Presiden, berkas JFK yang telah lama diblokir dan dikunci, dibuka,” tulis Trump.

Gedung Putih menyatakan Trump meyakini dokumen-dokumen tersebut harus dibuka demi alasan transparansi. Terkecuali, apabila ada lembaga-lembaga yang memberikan pembelaan demi keamanan nasional atau penegakan hukum yang lebih jelas.

Adapun ketentuan kongres Negeri Paman Sam menyatakan, presiden bisa membatalkan pembukaan arsip-arsip tersebut jika ada alasan bakal membahayakan institusi intelijen. Selain itu membahayakan penegakan hukum atau bahkan hubungan luar negeri.

Arsip-arsip itu disebut sejumlah kalangan berasal dari arsip tahun 1960-an dan 1970-an. Sedangkan beberapa arsip yang dibuat tahun 1990-an merupakan tanggapan atas film yang dibuat sutradara Oilver Stone tentang teori konspirasi dalam film ‘JFK’. (Dte)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here