Bentuk Densus Anti Korupsi, Polisi Butuh Anggaran Rp 2,6 Triliun

0
Ilustrasi, topi perwira tinggi polri - dok.istimewa

Jakarta – Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan pihaknya telah selesai merumuskan konsep Detasemen Khusus Tindak Pidana Korupsi Detasemen Khusus Tindak Pidana Korupsi (Densus Tipikor). Menurutnya, perkiraan anggaran untuk pembentukan bandan ini mencapai Rp 2,6 triliun.

Mantan Kapolda Metro Jaya itu juga mengaku pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB). “Mohon dukungan pada saat nanti rapat dengan pemerintah untuk pemenuhan anggaran sarana prasarana,” tuturnya dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi III DPR RI, di Jakarta, Kamis (12/10).

Soal anggaran yang sebesar itu, Tito merinci untuk belanja pegawai 3.560 personel sekitar Rp 786 miliar. Sedangkan Rp 359 miliar untuk belanja barang, dan Rp 1,55 triliun untuk belanja modal.

“Anggaran sebesar itu juga sudah termasuk untuk pembentukan sistem dan kantor, pengadaan alat-alat untuk lidik, surveillance, penyidikan dan lain-lain,” jelasnya.

Tito menyatakan, hasil berkoordinasi dengan Kementerian PAN-RB itu juga sudah sampaikan ke presiden pada saat paripurna dua bulan lalu. Menurutnya, Priden Joko Widodo meminta jika konsep sudah selesai dipaparkan di dalam parat terbatas.

“Kami ajukan surat permohonan paparan di ratas diikuti kementerian dan lembaga lainnya,” sebutnya.

Di Densus ini, lanjut Tito, akan dibentuk satgas tipikor yang dibagi menjadi tiga tipe berdasarkan kewilayahan. Sehingga total jumlah personel sebanyak 3.560 orang dinilai cukup memenuhi kebutuhan. “Personel ini akan dipenuhi dari anggota yang sudah ada saat ini,” imbuhnya. (Mel/Sta)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here