Suap Auditor BPK dengan Moge, GM Jasa Marga Purbaleunyi Jadi Tersangka

0
Gedung KPK - dok.Istimewa

Jakarta – Setelah melakukan pemeriksaan secara intensif atas kasus dugaan suap terkait audit di lingkungan Jasa Marga, akhirnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan dua orang tersangka. Keduanya adalah General Manager Jasa Marga Purbaleunyi Setia Budi dan auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Sigit Yugoharto.

“Kami menemukan bukti permulaan yang cukup. Oleh karenanya, KPK menaikkan perkara ini dari penyeledikan ke penyidikan dengan tersangka SGY (Sigit Yugoharto) dan SBD (Setia Budi) masing-masing sebagai penerima suap dan pemberi suap,” tutur Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (22/9).

Setia Budi diketahui telah memberikan suap berupa motpr gede Harley Davidson kepada Sigit. Motor gede baru itu diantarkan langsung ke rumah Sigit pada Agustus lalu.

Dengan pemberian moge itu Setia Budi berharap Sigit bisa mengatur hasil Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu yang dilakukan BPK. Sebelumnya ditemukan  adanya kelebihan pembayaran terkait pekerjaan pemeliharaan periodik, rekonstruksi jalan, serta pengecatan marka jalan pada tahun 2015 dan 2016.

Sigit adalah auditor madya yang menjadiketua tim atas audit tersebut. Hanya, Febri tak merini apa saja yang ditemukan Sigit dalam audit tersebut. “Soal rincian temuan, proyek, dan lainnya yang lebih rinci belum bisa disampaikan karena hal itu bagian dari penyidikan,” paparnya.

Namun yang pasti, lanjut dia, penyidik KPK telah memeriksa sembilan saksi dalam kasus tersebut. Diantara mereka terdapat auditor BPK, pejabat dan pegawai Jasa Marga, serta kalangan swasta.

Sigit sejak Rabu (20/9) telah ditahan di rumah tahanan militer Guntur, Jakarta Selatan. “Untuk penyidikan yang bersangkutan ditahan hingga 20 hari ke depan sejak Rabu (20/9),” ucap Febri.

Sementara itu, Komisaris Utama PT Jasa Marga (perseo) Refly Harun langsung merespon kasus tersebut. Menurutnya, Jasa Mrag telah bersikap tegas.

“Jasa Marga sama sekali tidak mentolerir hal seperti ini, dengan motif apapun,” ujarnya saat konfeensi pers di kantor Jasa Marga, Jakarta, Jumat (22/9).

Menurutnya, pelaku telah diberhentikan sementara. Bahkan, Jasa Marga akan bersikap kooperatif dengan KPK dalam proses penyidikan. (Mtf/Kur/Ktb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here