Polisi Sebut Tengah Selidiki Dugaan Motif Dendam di Kasus Novel Baswedan

0

Jakarta – Kepolisian RI terus memburu terduga pelaku penyerangan penyidik KPK Novel Baswedan bahkan mendalami pernyataan dari sejumlah saksi yang diamankan. Salah satu keterangan saksi itu adalah pernyataan dari Nico yang mengaku sakit hari kepada Novel.

Pernyataan tersebut diungkapkan Kepala Kepolisian RI, Jenderal Tito Karnavian, saat konferensi pers usai tabligh akbar di kampus Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta Selatan, Kamis (18/5) malam. “Jadi kita sudah mengamankan saudara Nico ini,” kata dia.

Menurutnya, Nico telah menyebarkan video rekaman pengakuannya di media sosial. Dalam pengakuannya di video tersebut Nico menyatakan diancam oleh penyidik KPK untuk memberi keterangan palsu dalam kasus Muchtar Effendi yang terkait dengan kasus korupsi mantan Ketua Mahkamah Konsitusi, Akil Mochtar.

Motif sakit hati seperti Nico, lanjut Tito, juga menjadi bahan penyelidikan Polda Metro Jaya. Para penyidik , lanjut dia, akan berkoordinasi dengan KPK terkait dengan keterangan dan juga bukti-bukti dokumen hasil pemeriksaan Nico.

“Jadi penyidik mulai mengembangkan metode deduktif dalam upaya pencarian pelaku penyerangan ini. Penyidik mendalami mereka yang diduga memiliki motif sakit hati, mungkin bisa juga karena pekerjaan, urusan kasus atau masalah pribadi,” paparnya.

Mantan Kapolda Metro Jaya itu mengatakan, dalam video yang berdurasi 2 menit 40 detik itu, Nico bercerita dirinya diancam Novel untuk memberikan keterangan palsu pada kasus Akil. Jika tidak bersedia dia dan keluarganya akan dipenjarakan. Sebaliknya jika mau, dia juga diberikan imbalan.

Menurut Tito, pengakuan Nico itu kemungkinan terkait dengan kasus penyiraman air keras yang dialami Novel pada 11 April lalu. Nico yang juga menunjukan bukti transfer uang dari Novel itu, beralasan untuk memperbaiki hubungannya dengan Muchtar Effendi yang notabene adalah pamannya.

Namun, salah seorang sumber di Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada Yogyakarta menilai apa yang yang disebutkan oleh Kapolri tersebut mengundang pertanyaan. Pasalnya, pengakuan Nico di video tersebut muncul secara tiba-tiba setelah beberapa lama misteri penyiram air keras Novel belum terkuak.

“Jadi tiba-tiba, si Nico ini dengan gagahnya seperti pahlawan memberi pengakuan dia punya rasasakit hati ke Novel. Meski pun tidak menyebut dirinya pelaku penyiram air keras. Benar-benar sungguh luar biasa keberanian dia,” tuturnya saat dihubungi, Jumat (19/5).

Sumber itu juga menyebut ada kejanggalan jika dikatakan penyidik KPK membagi-bagi duit untuk imbalan seseorang dan memintanya untuk memberi keterangan palsu. Menurutnya, KPK adalah lembaga independen yang tidak memiliki kaitan politik atau kepentingan dengan seseorang atau lembaga.

Menurutnya, pimpinan dan penyidik KPK tidak akan gegabah melakukan tindakan ‘bunuh diri’ dengan menghancurkan reputasi lembaganya dengan melakukan cara-cara seperti itu.

“Selain itu, lha kalau KPK menjadi gerbang terakhir pemberantasan korupsi termasuk suap dan gratifikasi, tapi kemudian memberi sogokan itu namanya bunuh diri. Saya kira ini bentuk teror baru ke penyidik KPK. Tapi masyarakat kan enggak bodoh, sesuatu kalau tidak wajar ya bakal terbongkar,” paparnya. (Rif/Mtf/Mel/Ktb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here