Mantap, Nenek 81 Tahun Ini Bikin Aplikasi Game Berbasis iOS

0

Tokyo – Seorang nenek berusia 81 tahun di Jepang, Masako Wakamiya, menciptakan sebuah aplikasi smartphone yang diperuntukan bagi para lansia. Idenya muncul karena dia bersama para lansia lain selalu kalah saat bermain games dengan orang-orang muda.

Seperti dilaporkan CNN dan The Mashable, Jumat (3/3), Wakamiya yang mantan bankir ini mengaku dirinya kesulitan untuk menemukan sebuah aplikasi games yang cocok bagi para manula. “Kami selalu kalah kalau bermain game dengan orang-orang muda. Jari-jari kami tak selincah mereka,” tuturnya.

Nenek yang masih energik ini menyebut dirinya telah meminta sejumlah orang untuk membuat aplikasi games di smartphone yang menarik bagi manula. Namun sayang, tak satupun dari mereka yang tertarik.

Lantaran gayung tak bersambut itulah, perempuan lajang tanpa anak itu langsung berniat membuat sendiri aplikasi. “Saya ingin membuat aplikasi game yang seru, sehingga membuat para lansia tertarik untuk menggunakan smartphone,” ujarnya.

Dia pun mulai mengutak-atik komputernya untuk memulai merancang aplikasi tersebut. Total waktu yang dibutuhkannya, setengah tahun atau enam bulan untuk menyelesaikan aplikasi tersebut.

Hasilnya, Hinadan, sebuah aplikasi berbasis iOS. Game ini merupakan game festival tradisional Jepang bernama Hinamatsuri atau Hari Perempuan.

Dalam game itu para pengguna diminta untuk menempatkan 12 boneka dalam tempat yang tepat dalam empat tingkatan. Game akan berakhir jika semua boneka tertata dan ditempatkan secara tepat di tingkatan tersebut.

Ini sesuai dengan festival Hinamatsuri. Hinadan berasal dari kata Hina yang artinya boneka dan Dan yang berarti tempat tingkatan.

Bagi Wakamiya, berkreasi tidaklah mengenal batas. Bahkan dirinya mulai mengenal komputer pada usia 60 tahun.

Saat itu, kata dia, komputer belumlah semudah atau serakah sekarang terhadap penggunanya. “Saya selalu berkeringat dan penuh air mata untuk memasang komputer,” ucapnya saat berbicara di pameran TEDx.

Kini, untuk memudahkan para pengguna aplikasinya dia juga membuat blog dalam bahasa Jepang dan bahasa Inggris. Blog itu diharapkan menjadi panduan bagi mereka, termasuk bagaimana membuat aplikasi.

Dia juga meminta agar para manula tetap aktif dan kreatif berkarya di era digital. Pun di saat usia telah uzur sekali pun. (Wan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here