Tega Tilep Dana Pedidikan, Wali Kota Cantik dan Seksi Ini Dibui 14 Tahun

0
Lidiane Leite, wali kota Bom Jardin, sebuah kota miskin di Brasilia - dok.Veja.abril.com

Bom Jardim – Seorang wanita Wali Kota Bom Jardim , sebuah kota miskin di barat daya Brasilia, dicokok aparat hukum karena diduga menilep anggaran pendidikan di kotanya. Perempuan cantik ini diketahui kerap memamerkan gaya hidup mewahnya.

Seperti dilaporkan The Independent, kemarin, wanta bernama Lidiana Leite itu memang anaeh dalam memerintah kotanya. Dalam berkomunikasi dengan para stafnya, dia menggunakan layanan pesan Whatsapps. Bahkan dia membentuk grup khusus dengan staf-stafnya.

Dan yang membuat warga kota dan masyarakat di Brasilia adalah gaya hidupnya yang tak sensitive dengan kondisi masyarakat yang dipimpinnya. Di saat masyarakat hidup dalam kemiskinan, dia justeru berfoya-fota bergelimang kemewahan.

Dia tinggal di sebuah rumah mewah di Sao Luiz, ibu kota negara bagian Maranhao. Kota itu berjarak 289 kilometer dari kota yang dipimpinnya, Bom Jardim.

Dia juga diketahui kerap memamerkan harta kekayaannya di media sosial. Misalnya, beberapa saat sebelum diringkus aparat hukum karena dugaan penggelapan anggaran, di akun instagramnya, Leite memamerkan mobil barunya.

“Saya sebelum jadi wali kota dalam kondisi miskin. Saya hanya memiliki Land Rover. Tapi itu berubah, sekarang saya mengemudikan Toyota SW4,” ungkapnya di akun instagram.

Bahkan dia terus berceloteh ingin membeli mobil mewah baru. “Karena Puji Tuhan, saya memiliki uang yang cukup,” ujarnya.

Perempuan seksi ini juga sesumbar akan membeli apapun yang dia inginkan dan tak peduli dengan komentar orang terhadap gaya hidupnya. Dia ingin menikmati kehidupannya.

Tak pelak, gaya glamor di tengah rakyatnya yang didera kemiskinan itu mengundang curiga aparat penegak hukum dan penggiat anti korupsi Brasilia. Dan ternyata, setelah diselidiki, Leite terbukti melakukan tindakan tak terpuji.

Dia menilep anggaran pendidikan bagi masyarakat kota yang dipimpnnya senilai 4,5 juta pounsterling atau sekitar Rp 81,7 miliar. Hal itu terungkap saat investigasi dilakukan pada tahun 2015 atau tiga tahun setelah wanita ini menjabat.

Dinyatakan jadi tersangka, Leite melarikan diri. Dia dinyatakan buron setelah diminta untuk hadir di pengadilan tak datang.

Tapi, hanya berselang 39 hari, dia menyerah. Singkat cerita, proses persidangan pun digelar, dan setelah 2,5 tahun proses itu digelar, Leite divonis 14 tahun 1 bulan bui.

Tak cuma itu. Hukuman sosial berupa kecaman pun terus mengalir deras dari masyarakat. Maklum, uang yang ditilep Leite itu termasuk untuk anggaran makan siang bagi anak-anak sekolah dasar dalam rangka pemenuhan gizi mereka. Duh,…. Cantik-cantik ternyata tega memakan jatah makan anak-anak. (Ula)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here