Faisal Basri: 80% Lebih Indonesia Terperangkap ‘Pendapatan Menengah’

0
Faisal Basri - dok.Twitter

Jakarta – Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Faisal Basri menyebut kemungkinan Indonesia untuk keluar dari kategori negara berpenghasilan menengah (middle income trap) hanya 18% jika ekonomi nasional tetap berjalan seperti biasa. Agar lompatan itu berhasil, maka Indonesia perlu menempuh cara-cara yang luar biasa.

Menurutnya, kinerja ekonomi negara sangat rentan terhadap krisis yang bersifat eksternal dan memerlukan waktu lama untuk pulih. Selain itu, pertumbuhan tahunan PDB per kapita terus di bawah 5%.

Faisal menyebut agar terhindar dari perangkap pendapatan menengah itu solusinya hanya melalui industrialisasi yang didukung oleh penguatan sumber daya manusia dan harmonisasi sosial.

“Artinya, industrialisasi harus ditingkatkan menjadi indusri berteknologi tinggi. Kemudian pendidikan dan kesehatan sebagai penguatan sumberdaya manusia harus ditperkuat, begitu pun dengan harmoni,” tuturnya di Jakarta, Kamis (7/12).

Pendidikan yang tinggi merupakan syarat penting bagi penopang industri untuk menjadi anadalan ekspor. Karena peranan industri berbasis teknologi tinggi dalam total ekspor ini akan sangat menentukan pendapatan negara.

“Jadi kuncinya bagaimana SDM (Sumberdaya Manusia) yang menjalankan industri ini mampu menghasilkan output berbasis dan berkonten teknologi tinggi,” ucapnya.

Ekonom yang juga pengajar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) itu memberi contoh pengalaman Argentina dan Chili dalam melompat dari negara penghasilan menengah ke penghasilan tinggi.

“Tetapi yang juga harus diingat, industri kita juga harus industri teknologi tinggi. Sementara teknologi kita ketinggalan sekali. Sedangkan 60% pekerja di Indonesia masih berpendidikan SMP ke bawah,” jelasnya.

Setelah dua hal tersebut, juga harus diciptakan harmoni atau tidak adanya ketimpangan sosial dan ekonomi. Kondisi seperti ini hanya tercipta jika kondisi ekonomi merata.

“Masalahnya, di Indonesia ini, 1% orang kaya menguasai 47% ekonomi nasional,” ucapnya. (Abs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here