Erupsi Gunung Agung Banyak Penerbangan Terganggu, Ini Imbuan Menhub

0
Penumpang yang tertahan di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali - dok.BBC.com

Jakarta – Menanggapi terjadinya keterlambatan dan perubahan jadwal penerbangan terkiat erupsi Gunung Agung di Bali, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi angkat bicara. Menurutnya, itu terjadi karena kru dan pesawat tertahan di beberapa bandara outstation sehingga dilakukan penyesuaian secara masif.

Oleh karena itu Menteri Budi mengimbau masyarakat agar memahami  kondisi itu dan bersabar.“Delay sejumlah rute karena total grafik penerbangan di Bali memberi kontribusi besar bagi penerbangan di tempat lain,” ujarnya dalam siaran pers, Sabtu (2/12).

Budi mengatakan, penyelenggara penerbangan harus aktif menyampaikannya dan tetap memberikan pelayanan terbaik kepada penumpang sesuai PM 89 Tahun 2015 tentang Delay Management. Sebab layanan, lanut Budi, akan berdampak jangka panjang kepada penumpang sehingga kesinambungan bisnis maskapai akan tetap terjaga.

“Erupsi Gunung Agung, lanjut Agus, belum benar-benar selesai. Sehingga, masih diperlukan kewaspadaan dan kemungkinan masih akan dilakukan buka-tutup bandara lagi,” tuturnya.

Kewaspadaan dibutuhkan tak hanya terkiat dengan aktivitas Gunung Agung saja. Pasalnya, Indonesia juga memiliki banyak gunung berapi aktif, sehingga kejadian serupa bisa terjadi di daerah lain.

“Kami menyadari bahwa akibat erupsi Gunung Agung dan penutupan dua bandara tersebut akan mengganggu rotasi pesawat dan pilotnya. Untuk itu kami mengimbau maskapai penerbangan untuk melakukan antisipasi sehingga bisa meminimalisir gangguan terhadap pelayanan kepada penumpang di semua bandara,” paparnya.

Kepada otoritas bandara dan penyelenggara ground handling juga diminta untuk ikut bekerjasama membantu memberikan pelayanan terbaik kepada penumpang. Mereka diminta memberikan tempat yang nyaman untuk para penumpang beristirahat.

“Sementara itu groundhandling bisa bekerja lebih cepat namun tetap dengan menjaga aspek keselamatan dan keamanan penerbangan, sehingga keterlambatan penerbangan bisa diminimalisir,” kata mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura II itu.

Sedangkan kepada penumpang, diminta agar bersabar mengingat gangguan ini merupakan bencana alam yang berada di luar kendali manusia. Dia meminta semua orang berdoa kepada Tuhan agar erupsi segera berakhir dan penerbangan nasional kembali beroperasi secara normal.

“Dengan demikian, saah satu tujuan penerbangan sebagai pemicu perkembangan perekonomian nasional juga bisa tercapai,” imbuhnya. (Abs)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here