Catat, Ini Perkiraan Puncak Kepadatan Angkutan Natal dan Tahun Baru

0
Ilustrasi Bandara Soekarno-Hatta - dok.BBC.com

Jakarta – Puncak kepadatan angkutan Natal dan Tahun Baru 2018 diperkirakanterjadi pada H-3 hingga H-2 yakni 22-23 Desember 2017. Kenaikan angkutan penumpang terjadi pada H-2 atau 23 Desember, jalur penyeberangan atau ASDP, kereta api, laut, juga udara pada 24 Desember.

“Melihat data pada angkutan Natal dan Tahun Baru beberapa tahun sebelumnya, prediksi kami kepadatan arus lalu lintas pada Angkutan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 akan terjadi pada tanggal 22 dan 23 Desember 2017,” tutur Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi dalam keterangan tertulis, Kamis (7/12).

Mengantisipasi hal itu, Kementerian Perhubungan berencana melakukan beberapa kebijakan pengaturan lalu lintas dan pengaturan operasional angkutan barang. Pada 23 Desember pagi hingga 24 Desember 2017 akan dilakukan pembatasan angkutan barang yang bersumbu tiga atau lebih di beberapa ruas jalan.

Sementara itu, pada 25 – 26 Desember 2017 akan dibuka dan nanti akan dilakukan pembatasan lagi pada 30 hingga 31 Desember 2017. Kemenhub telah memperkirakan untuk jumlah penumpang angkutan umum pada Angkutan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 yaitu untuk angkutan jalan sebanyak 2.486.083 orang.

Sedangkan angkutan SDP 3.450.701 orang, angkutan kereta api 5.885.836 orang. Adapun untuk angkutan laut 952.002 orang dan angkutan udara 7.238.602 orang.

“Untuk wilayah pemantauan kami terfokus pada 47 Terminal Penumpang Tipe A di 15 Provinsi di seluruh Indonesia, 52 pelabuhan laut, 10 lintasan SDP, 35 bandar udara, 9 DAOP dan 4 DIVRE kereta api,” terang Budi.

sarana dan prasarana, Budi mengatakan sudah menyiapkan sesuai dengan inventarisasi yang ada. Untuk moda angkutan jalan, sarana yg telah disiapkan yaitu 48.790 bus, termasuk di dalamnya adalah bus AKAP, AKDP, dan pariwisata. Selain itu, 202 kapal Ro-Ro juga telah disiapkan untuk angkutadn SDP.

Sedangkan pada moda angkutan kereta api, untuk lokomotif yaitu siap operasi sebanyak 451 unit, stamformasi 440 unit, dan cadangan 11 unit serta kereta siap operasi sebanyak 1.619, stamformasi 1.466, dan cadangan 153.

Untuk moda angkutan laut, beberapa kapal telah disiapkan, antara lain PT Pelni sebanyak 26 kapal, armada perintis 96 kapal, Ro-Ro swasta sebanyak 28 kapal, kapal penumpang swasta 74 kapal, kapan swasta jarak dekat 1.049 kapal. (Dte)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here